Tes Aja Kok
Mutasi sim yang meribetkan dan bikin bangkrut negara dan bangsa
Saya pertama kali punya SIM C sejak tahun 2008. Ini berarti jaman SMA dan kuliah belum punya. Ya iyalah, lha wong waktu itu motor aja juga nggak punya, hehehe. Tahun 2008 bikin SIMnya di Ambon, pas penempatan kerja pertama di sana. Waktu itu mau bikinnya juga tiba-tiba saja diajak teman. Ya udah, saya iyain aja, padahal waktu itu belum begitu lancar naik motor. Masa bodohlah, yang penting coba dulu, siapa tau testnya gampang.
Ternyata bikin SIM di Ambon gampang banget. Setelah parkir, langsung menuju ke Loket bagian Pendaftaran. Petugas menanyakan, mau bikin SIM apa? Saya jawab SIM C, langsung diminta Rp70.000,00 beserta KTP. Nanti akan dipanggil untuk bagian pemotretan. Akhirnya nggak perlu ngantri lama, langsung jadi dalam waktu sekitar 45 menit.
What??
Kaget juga, cuma bayar dan langsung jadi. Nggak perlu test tertulis dan praktek mengendarai. Wah, kenapa tadi nggak SIM A sekalian ya.... :)
Bikin tahun 2008, artinya expired tahun 2013, dan expired menyesuaikan tanggal lahir si pemilik, bulan November. Bulan Mei dan Juni 2013 ketika penempatan di Samarinda, saya sering pulang kampung ke Klaten. Kebetulan sering ada tugas luar kota ke Jakarta, jadi sekalian mudik. Nah, pas di Klaten saya nanya ke Polres tentang perpanjangan SIM namun beda kota. Petugas menjawab bahwa perpanjangan bisa dilakukan dengan mencabut SIM di kota asal kemudian diperpanjang di Polres sesuai domisili. Mendengar jawaban itu, lemaslah saya. Harus ngurus ke Ambon nih.. Siapa yang bisa dimintain tolong?
Petugas juga memberi alternatif lain, yaitu pembuatan SIM baru, namun prosedurnya harus ikut tes tertulis, jika lulus, dilanjutkan tes latihan mengendarai. Alamak, mengendarai motor aja saya gak begitu lincah, apalagi di lintasan berbentuk angka 8. *Pernah coba lintasan itu di Samarinda, hasilnya gak cuma 1, tapi 3 atau 4 bambu jatuh wkwkwk*
Mumpung kebetulan di Polres, saya bilang mau coba ikut tes tertulis, kalau gagal baru coba mutasi SIM. Tes tertulis dilaksanakan di ruangan kelas, cuma ada saya seorang, sendirian. Ngeri juga. Soalnya berupa 30 video pendek, dengan jawaban Benar (menekan tombol kanan) dan Salah (menekan tombol kiri). Dari 30 soal, supaya lulus harus benar 70%, artinya minimal 21 soal harus benar. Ternyata saya cuma benar 20.... selisih 1 doank.. :(
Petugas juga memberi alternatif lain, yaitu pembuatan SIM baru, namun prosedurnya harus ikut tes tertulis, jika lulus, dilanjutkan tes latihan mengendarai. Alamak, mengendarai motor aja saya gak begitu lincah, apalagi di lintasan berbentuk angka 8. *Pernah coba lintasan itu di Samarinda, hasilnya gak cuma 1, tapi 3 atau 4 bambu jatuh wkwkwk*
Mumpung kebetulan di Polres, saya bilang mau coba ikut tes tertulis, kalau gagal baru coba mutasi SIM. Tes tertulis dilaksanakan di ruangan kelas, cuma ada saya seorang, sendirian. Ngeri juga. Soalnya berupa 30 video pendek, dengan jawaban Benar (menekan tombol kanan) dan Salah (menekan tombol kiri). Dari 30 soal, supaya lulus harus benar 70%, artinya minimal 21 soal harus benar. Ternyata saya cuma benar 20.... selisih 1 doank.. :(
Akhirnya saya mantap untuk mutasi SIM saja. Saya meminta tolong kepada seorang adik angkatan yang masih penempatan di Ambon, soalnya teman kerja yang seangkatan sudah pindah dari Ambon semua. Alhamdulillah bisa. Kemudian saya kirim fotokopi SIM C beserta KTP Klaten ke Ambon.
Seminggu kemudian, saya menanyakan perkembangan SIM saya ke teman saya tadi. Ternyata dia sibuk banget, mungkin terlalu sering dinas luar sehingga nggak sempat. Okelah, saya tunggu minggu depan. Minggu depannya ternyata belum diurus juga.
Akhirnya teman saya menitipkan ke office boy (OB) kantor untuk diuruskan. Ya udahlah.. Sambil berkhayal, kira-kira besok gimana ya urusannya?
Ternyata beberapa hari kemudian, si OB bilang bahwa SIM asli harus disertakan untuk kemudian disimpan sebagai arsip (atau dihancurkan) dan diterbitkan Surat Perpindahan SIM. Selain itu, si OB juga minta uang jasa karena ngurusnya sama saudara (entah saudara atau teman) di Polres. Hmm, okelah..
Saya bingung juga, kalau dikirim, saya pakai SIM apa donk kalau naik motor di Samarinda? Dengan perhitungan, akhirnya saya mengirim SIM asli kalau saya pas lagi dinas luar ke Jakarta. Biasanya dinas di Jakarta selama seminggu, sehingga surat bisa diterbitkan secepatnya, kemudian dikirim ke Klaten.
Benar juga, surat sudah jadi dengan cepat, dan dikirim ke Klaten. Namun, si OB tadi nelpon minta uang seikhlasnya karena telah menguruskan. Oh *tepok jidat*
Selanjutnya saya mengurus perpanjangan SIM dengan surat tersebut. Ternyata cepat juga. Tinggal melampirkan KTP dan SIM lama. Berikutnya membayar biaya perpanjangan Rp75.000,00 untuk kemudian antri foto dan tanda tangan.
Sejenak saya merenung (setelah SIM jadi dan masih di Polres), berapa uang yang habis dalam rangka perpanjangan SIM ini? Habis banyak juga ya..
Kalo dirinci sebagai berikut:
Tip OB 100.000Tip teman si OB 100.000
Ongkos kirim dokumen 90.000
Perpanjangan SIM 75.000
Jadi total habis Rp365.000. Gila ya.. Sementara saya nanya sama teman sebelah yang lagi bikin SIM pake calo, habis Rp380.000 untuk SIM C.
Wah, kalo cuma selisih 15ribu, mending pake calo aja. Cepet dan gak ribet.
Gara-gara kejadian itu, beberapa bulan kemudian saya nekad bikin SIM A pake calo. Habis Rp400.000,00. Kebetulan calonya tetangga desa aja *ehh*
Nekad karena pertimbangannya daripada nanti saya bikin di Samarinda, trus perpanjangan dan kasus serupa terulang. Alasan lainnya, SIM A sebenarnya cuma simpanan aja, nggak saya pake selama saya belum mahir setir mobil. Latihan setir mobil aja masih kikuk dan takut. *hehehe*Gak papa, yang penting surat dan dokumen sudah siap dulu.
![]() |
| Lintasan ujian praktek, paling sulit yang berbentuk angka 8 |
![]() |
| Antrean mau ujian praktek |
Catatan:
Data pribadi pada SIM sebaiknya sama dengan pada KTP agar tidak merepotkan di kemudian hari. Jika data berbeda, dapat melakukan perpanjangan SIM melalui Mutasi. Mutasi dilakukan dengan mencabut berkas SIM di kota asal, kemudian memperpanjang di kota sesuai KTP. Biayanya Rp75.000.
Atau dapat juga dengan Pembuatan SIM baru, biayanya Rp100.000. Tetapi harus ikut tes tertulis dan ujian praktek mengendarai.
Tabungan A Tabungan B Tabungan C
Tahun lalu saya punya 3 rekening tabungan (BRI, Mandiri, BCA) dengan total biaya adminsitrasi bulanan Rp35.500.
Saat ini saya punya 6 tabungan (BRI, Mandiri, BCA, BRI Syariah, BNI Syariah, CIMB Niaga Syariah) *banyak bener nih* dengan total biaya administrasi bulanan cuma Rp14.000.
Kok bisa???
Tabungan maksimal dengan saldo minimal :(
Bingung? Tabungan segitu banyak dan seabreg kok biaya administrasi bulanannya murah banget? Ini rinciannya:
Nah, percaya khan... Berarti total biaya administrasi bulanan yang sekarang hampir sama kayak biaya adm Tahapan BCA saja (13 ribu). Ini rinciannya satu per satu:
Ini tabungan saya yang sebenarnya karena gaji ditransfer lewat bank BRI. Awalnya pakai Tabungan Britama karena
Punya Tabungan Mandiri sejak mulai kuliah tahun 2002. Terakhir kali biaya administrasi bulanannya Rp10.500 (tabungan Rp9.000, kartu ATM Rp1.500). Ketika baca berita ada jenis TabunganMU (Mitra Usaha) dengan setoran awal Rp50.000 dan biaya administrasi bulanan Rp3.000, akhirnya tertarik untuk buka rekening. Dan rekening lama ditutup, soalnya rekening itu jadi rekening transfer untuk beasiswa. Khawatirnya pihak beasiswa mentransfer ke situ, sementara tabungannya sudah dibuang karena gak terpakai lagi. Buka rekening Tabungan Mitra Usaha ini bisa di semua cabang Mandiri, termasuk di cabang Mandiri Mitra Usaha (yang kantornya lebih kecil). Kartu ATMnya ada gambar celengan ayam (saya udah googling tapi gak ketemu, makanya gak ditampilkan di gambar; atau bisa dilihat di gambar pertama di atas).
*belum ada link resmi di website Bank Mandiri tentang TabunganMU ini
Kenapa punya tabungan BCA? Karena tabungan BCA punya kelebihan utama ada fasilitas ATM setoran tunai di tiap cabangnya, jadi bisa setor di luar jam kerja (sore atau malam hari). Bank Mandiri dan BNI punya, tapi tak sebanyak BCA, plus sering error ATM setorannya. Sebelumnya pakai rekening jenis Tahapan BCA (setoran awal Rp500.000, biaya administrasi bulanan Rp13.000) kemudian beralih ke tabungan Xpresi (setoran awal Rp50.000, biaya administrasi bulanannya Rp5.000). Tabungan Xpresi ini tidak ada buku tabungan, tapi ada fasilitas internet banking untuk cek saldo & cek mutasi rekening (justru malah praktis). Praktis karena kalau hilang, bisa ganti kartu ATM di cabang manapun hanya dengan menunjukkan identitas diri (KTP).
Ini tabungan yang paling murah, namanya Tabungan Faedah. Setoran awal cuma Rp50.000 dan tidak ada biaya administrasi bulanan. Penarikan tunai di ATM bank lain dan transfer beda bank tidak kena biaya, dengan syarat saldo sebelum penarikan/transfer lebih dari Rp500.000. Jadinya malah sering transfer antar bank dengan tabungan ini karena gratis biaya alias free.
*belum ada link resmi di website Bank Mandiri tentang TabunganMU ini
Kenapa punya tabungan BCA? Karena tabungan BCA punya kelebihan utama ada fasilitas ATM setoran tunai di tiap cabangnya, jadi bisa setor di luar jam kerja (sore atau malam hari). Bank Mandiri dan BNI punya, tapi tak sebanyak BCA, plus sering error ATM setorannya. Sebelumnya pakai rekening jenis Tahapan BCA (setoran awal Rp500.000, biaya administrasi bulanan Rp13.000) kemudian beralih ke tabungan Xpresi (setoran awal Rp50.000, biaya administrasi bulanannya Rp5.000). Tabungan Xpresi ini tidak ada buku tabungan, tapi ada fasilitas internet banking untuk cek saldo & cek mutasi rekening (justru malah praktis). Praktis karena kalau hilang, bisa ganti kartu ATM di cabang manapun hanya dengan menunjukkan identitas diri (KTP).
Ini tabungan yang paling murah, namanya Tabungan Faedah. Setoran awal cuma Rp50.000 dan tidak ada biaya administrasi bulanan. Penarikan tunai di ATM bank lain dan transfer beda bank tidak kena biaya, dengan syarat saldo sebelum penarikan/transfer lebih dari Rp500.000. Jadinya malah sering transfer antar bank dengan tabungan ini karena gratis biaya alias free.
Saya pakai rekening BRI Syariah karena untuk pembayaran KPR. Oh iya, berdasarkan hitung-hitungan kredit (KPR, KPM), BRI Syariah ini termasuk paling murah, dibanding BNI Syariah, Mandiri Syariah, atau Bank Muamalat.
Buka rekening di BNI Syariah karena istri pakai tabungan BNI juga. Awalnya istri punya tabungan konvensional, tapi setelah saya bujuk supaya beralih ke syariah (Tabungan Hasanah) demi penghematan, akhirnya mau. Setoran awal Rp100.000 dan tidak ada biaya administrasi bulanan (untuk akad wadiah). Untuk akad mudharabah kena Rp5.000/bulan. Saya pakai yang wadiah. Tabungan syariah ini masih satu jenis dengan BNI konvensional, jd kalo transfer BNI Syariah ke BNI tidak kena biaya (free) karena nomor kode transfer sama-sama 009.
Pada mulanya gak kepikiran untuk buka rekening di bank ini. Kebetulan ada kondangan di tempat saudara ipar di Batam, terus ada rencana untuk ke luar negeri (Singapore & Malaysia) pada bulan Desember, akhirnya buka rekening Tabungan iB X-tra. CS memberitahukan bahwa penarikan tunai di ATM CIMB Goup (Singapore & Malaysia) tidak kena biaya. Dan ternyata benar, ini buktinya:
Transaksi yang di dalam kotak itu adalah penarikan tunai di ATM CIMB Bank di Singapore & Malaysia. Nilai dollar Singapore dan Ringgit Malaysia langsung dikonversi ke rupiah. Dan tanpa biaya administrasi/charge penarikan (free).
Dari gambaran di atas, sebenarnya yang dibutuhkan itu saldo tabungannya saja *hiks hiks*, tetapi karena ada banyak keperluan & kepentingan, jadinya punya rekening di beberapa bank. Paling penting itu kalau untuk transfer, beda bank bakal kena biaya transfer Rp7.500, lumayan khan kalo bagi yang sering transfer. Perlu juga selektif untuk memilih jenis tabungan di tiap bank. Satu bank biasanya punya minimal 2 jenis tabungan yang berbeda. Boleh jadi yang dibutuhkan cuma untuk tarik tunai dan transfer. Anda bisa selektif tergantung kebutuhan yang sebenarnya, jangan hanya melihat banyaknya fasilitas yang diberikan dalam tabungan tersebut.
Jadi, tunggu apalagi... Beralihlah ke tabungan yang biaya administrasinya murah.
Jadi, tunggu apalagi... Beralihlah ke tabungan yang biaya administrasinya murah.
Irit beb :)
Langganan:
Postingan (Atom)





.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)

.jpg)
.jpg)
